Wednesday, March 16, 2016

bittersweet.

Bismillahirrahmanirrahim.



"At times we need people to understand
Sometimes we are too weak to drive
Even sometimes too tired to walk
Too sleepy to open our eyes."
-Dr M



Reading a status by Dr. M, a houseman in ppukm, reminded me of myself.

Everyone have their own struggles. Once my supervisor said that, di antara tanda-tanda deppression and sadness pada seseorang ialah

loss of early morning awakeness and spirit


And this is one of the common thing that can happen, to you and me.



Bila bangun pagi, feeling lost and numb.

Teringat masalah semalam yang belum selesai.

Terasa penat badan yang belum hilang.

Hari ni pula ada benda baru yang nak disettlekan.


Kadang-kadang kita call rumah dengan harapan untuk release stress tu, but it wont work in every times. Parents want to ventilate their feelings too.

Thus sometimes all this feelings make us forgot to cheer up and smile. Jumpa orang pun muka keruh je. And as a result we got the tension type of headache T.T 

Teringat di surgery dulu, ada seorang houseman yang pregnant. One of the thing that I remembered about her is how sweet and calm she is. Di ppukm selalunya tak banyak sangat houseman, thus the workload is high.

Di surgery department, semua orang bergerak dengan sangat pantas. Even some of the surgeon use a roller blade to move around -,-. Ward round pula banyak kali, mula-mula MO round, kemudian specialist, and bila consultant surgeon datang diorang akan round lagi start dari awal. 

Selalu sy tengok houseman kat sini bergerak macam kelawar, dengan white coat beterbangan, jalan macam lipas kudung. huhu.

Kembali pada houseman yang tadi. Dia dengan pregnantnya berjalan sana sini T.T. Sampaikan ada sekali tu waktu ward round, ada surgeon yang complaint sebab dia lambat. Bayangkan bila orang complaint pasal kita. Makhluk yang bernama houseman ni apatah lagi, dah namanya kasta paling bawah memang selalu kena T.T.

Tapi kakak dokter ni, macam mana stress pun situasi tu, dia senyum je. Banyak maniskan muka dan nampak sangat tenang. Tak nampak depressed pun. Even tak takut-takut macam sesetengah houseman lain. She just continue to do her job.

Its like, 

after all life must go on. 

hu. 


Bila tengok orang macam ni, somehow kita jadi terinspirasi. I think it is not because she never get mad or upset, but she just choose to get over it. Entah dari mana dia dapat continuous positive vibes tu. 

Macam pokok, orang baling batu, kita balas dengan buah.

There are doctors when they got very tired and busy they'll just kick you off. Lantaklah korang students, korang bukan tahu pape pun. But for a certain doctor,  they know students are there to learn thus even if they are somewhat very busy and cannot do a proper teaching, at least they'll do running commentaries in every procedures they did.

May Allah bless these kind-hearted people :) 

Thus, biidznillah..

Somehow its a choice, 

of what kind of people we want to be. 

What kind of spirit we want to carry on. 

And to build a larger heart <3

:')






Sunday, March 13, 2016

Imperfections.

Bismillahirrahmanirrahim..

Dalam kekalutan, akhirnya sempat berjumpa kak Zatel sebelum dia mula posting di Perak, alhamdulillah.

I believe Allah has made His plan. Perkenalan dengan kak zatel cuma sekejap, tak sampai pun dua tahun. But we manage to create some memories together :')



:')


Pernah terjumpa dia menangis dalam surau hospital sebab posting peads, hampir-hampir nak give up with housemanship.

Saya pujuk dia, sebab tinggal sikit je lagi. 

She told me, every person have their own experiences with various level of difficulties. And the bearable pressure is also different. As for her, she has her own experiences and pain.


Ada orang rasa HO-ship ni senang, ada yang struggle, ada juga yang deppressed. You just have to know what is your bearable pressure and sustained yourself under it. If you need help, then seek for help. 

You always think that you dont have choice. Terpaksa jadi doktorlah, terpaksa jadi itu dan ini. But no, we always have a choice. If you need to be a doctor, then be one. 

Cuma jangan sampai terkorban.

Kadang-kadang kita lupa, ramai lagi yang sayangkan kita dan boleh terima walaupun kita tak sempurna. But we are too anxious and nervous with our flaws.

hu 


hujan

Ada kenangan yang manis juga :')

Pernah ke mukhayyam bersama,

Mendaki broga bersama,

Pernah juga jadi peneman waktu dia nak uruskan hal pertunangan dengan pasangan.

Hingga akhirnya meraikan hari bahagia dia di walimah <3

..........................................


Macam kata murobbi, orang yang attach dengan kita, hingga rasa sayang dalam hati ni ialah bila kita lalui banyak pengalaman, susah dan senang bersama. 

Dan dalam banyaknya flaws, we accept each other for who we are.

Benda ni tak boleh dapat dalam kuliah yang skema, atau usrah yang skema. Atau dalam usrah yang perfect segala macam teknikalnya. Kadang-kadang kita perlukan imperfections tu supaya boleh saling melengkapkan.


Dalam halaqah kami ada bermacam background manusia,

Ada accountant, engineer, doctors, houseman, translator, cikgu, student etc.

Kadang-kadang yang houseman datang usrah tidur je.

Yang ada anak kecik berkejaran je.

Kalau diikutkan nilah antara halaqah yang paling cacamarba dalam dunia. huhu

Tapi lama-lama taaruf, tafahum, takaful, taa'wun tu boleh berlaku juga, dengan izin Allah. Hanya bila kita buka hati dan berlapang dada dengan segala kekurangan.







Dan semua ni kita tak akan achieve jika hanya menadah tangan untuk menerima. Adakalanya kita harus memberi. Bercakap mengenai tuntutan ukhuwah tu senang tapi tak semua mampu buat.

Menolong di saat dia benar-benar memerlukan.

Memahami dan bersangka baik,

Saling cover dan topup kelemahan masing2.


Ada kata-kata terakhir kak zatel yang terkesan di hati,

"If you always want ideality in something, you might end up losing it."

Kalau kita sentiasa nak sesuatu berlaku ikut kehendak hati kita, berada dengan manusia2 yang sempurna, sistem yang sempurna, keperluan yang sentiasa cukup, masa yang tepat, we might just lose it.

If only we know the need of being fleksible.. Kerana kadang-kadang kita tak sedar, bila mana rigidnya kita pada satu prinsip, ianya menyakiti orang lain..




" Meski yang menghubungkanku dengan seseorang
hanyalah selembar benang, akan ku jaga.
Jika dia ulurkan, akan kukencangkan.
Jika dia kencangkan, akan kukendurkan."

-Muawiyah ibn Abi Sufyan-
(Dalam Dakapan Ukhuwah: S.A Fillah)


















Ups and downs.

Semalam ialah hari ke 4 posting emed (Emergency medicine). Jujur bermula dari hari pertama, aku agak clueless setiap kali masuk ke ED. T...