Saturday, July 11, 2015

Catatan

Bismillahirrahmanirrahim..



I have a habit of writing in a diary. 

What? Diary?

Yes, whatever you called  it. A diary, catatan peribadi, buku rahsia.

Kenapa, pelik sangat ke..? 

:)

Sejujurnya saya suka menulis. Dan pada kebanyakan masa, saya menulis untuk diri sendiri, adakalanya untuk orang lain.

Dan saya tidak memiliki hanya sebuah diari/catatan. I have almost ten of it. Mungkin sebab dah menulis pun beberapa tahun lamanya. Namun kebanyakan yang lama saya buang, sebahagiannya masih ada terutamanya yang dalam bentuk softcopy dan yang terkini sentiasa berada di rak meja, tersedia untuk dicoret :)

Saya percaya setiap orang ada cara masing-masing, bagaimana mereka membuat maintenance peribadi. Jika di dalam ibadah khusus kita ada mutabaah, di dalam urusan jiwa, akhlak, dan muhasabah saya lebih suka menulis. Saya teringat kata-kata seorang doktor, jika ada satu masa kita berasa sedih,



 "Buatlah apa yang mahu anda buat untuk melepaskan kesedihan itu selagi tidak menyalahi agama dan undang-undang. Mengadu pada-Nya yang Maha Pengasih dan Penyayang adalah jalan terbaik."






........................................................

Apa jua yang kita ucapkan selalunya tidak kekal,

Janji dari lidah adakalanya dilupakan.

Sedangkan ungkapan  'InsyaAllah' saja kita buat main-main seperti basa basi kita.


Namun apa yang tertulis tetap akan terpahat.

Setiap janji, azam dan muhasabah kita akan kembali memukul diri saat dibaca semula suatu hari nanti.

Kerana ajaibnya impak pena penulisan ini, saya melihat betapa cantiknya Allah memberi bayangan kepada kita menerusi satu hadith sahih,


Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan, “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: 

‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” 

[HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata, “Hadits ini hasan shahîh.”]



"Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering."



Membaca ayat ini memberi sesuatu cengkaman yang kuat ke dalam hati kita.

"Its all written."


Menerusi kupasan hadith, syarah di dalam Al Wafi ini menarik perhatian saya


"Ini adalah kiasan yang menunjukkan bahwa penulisan semua takdir telah selesai sejak dahulu kala. Karena sebuah buku jika telah selesai ditulisi, pena-pena diangkat darinya, dan telah berlalu sekian lama, maka tinta yang dipakai menulis menjadi kering, dan buku-buku yang ditulis dengan tinta itu menjadi kering pula. Ini merupakan kiasan terbagus dan terindah." 



:')

Aku tahu, setiap dari kita ingin menceritakan banyak benda mengenai dirinya. Buktinya lihatlah banyak sungguh throwback, luahan perasaan, hashtag, status-status dan gambar di laman sosial. Betapa ramainya orang ingin didengari pendapatnya, ingin dilihat atau berkongsi pengalamannya. :) 

Namun, apa sekalipun, jangan pernah lupa untuk menulis, melihat dan bercakap dengan diri sendiri. Supaya setiap pengalaman, cerita dan ibrah tu benar-benar mengesan pada diri, sebelum orang lain..






Whatever it is,

It is how we bring out the better of us after everything that we've gone through, insyaAllah.

Allahua'lam,



May Allah bless and forgive us in this holy month of Ramadhan :)













No comments:

Post a Comment

Ups and downs.

Semalam ialah hari ke 4 posting emed (Emergency medicine). Jujur bermula dari hari pertama, aku agak clueless setiap kali masuk ke ED. T...